Masalah Sosial

Posted: October 6, 2013 in Tugas Kampus

Akhir-akhir ini masalah sosial kerap kali muncul di telinga kalian? Banyak acara-acara berita di Indonesia yang suka menyoroti permasalahan satu ini. Sebenarnya apa sih masalah sosial itu? Faktor apa saja yang menyebabkan kejadian absurd ini? Mengapa ini bisa terjadi? Lalu bagaimanakah cara untuk mengatasinya? Simak ulasan dari saya.

Namun sebelum itu, ada seorang ahli sosiolog yaitu Soerjono Soekanto yang berkata bahwa masalah sosial (problem sosial) merupakan segala permasalahan yang muncul di masyarakat, bersifat sosial dan saling berhubungan erat dengan nilai-nilai sosial dan lembaga kemasyarakatan.

Dari sumber yang saya baca dan hasil pemahaman saya, masalah sosial itu merupakan keadaan yang terjadi pada masyarakat dimana mereka memiliki permasalahan yang tidak normal atau semestinya. Kita dapat menemukan ini baik di pedesaan atau di perkotaan sekalipun.

Jika keadaan di pedesaan, mereka masih memegang erat nilai-nilai norma, budaya dan bermasyarakat. Sehingga kita masih bisa melihat itu semua dalam bentuk gotong royong, kerukunan, kebersamaan dan kepedulian. Sedangkan masyarakat yang hidup di perkotaan yang umumnya bersifat individualis, kurang mengenal apa itu arti kebersamaan antar sesama. Sehingga ini menimbulkan suatu permasalahan sosial. Iya terjadi kerenggangan untuk berinteraksi, Tentu itu berbanding terbalik dengan sifat asli manusia sebagai mahluk sosial.

Bila kita mencakup kata “Negara”, sebenarnya apa saja permasalahan sosial yang dimiliki wilayah Indonesia ini?

1. Pendidikan

Tidak bisa dipungkiri, semua produk yang bagus pasti memiliki kualitas yang tinggi pula. Bagaimana kita dapat membangun suatu wilayah bila otak penggeraknya masih di bawah standard? Sangat miris bila melihat saudara-saudara kita yang masih buta aksara sekalipun. Ada pula mereka yang sekolah tapi harus menempuh perjalanan yang jauh dan di tempuh dengan berjalan kaki. Itupun dengan fasilitas yang seadaanya. Bahkan, realitanya itu masih dibawah kata seadaanya. Suram.

Lalu bagaimanakah solusinya? Sejauh ini dari hasil pengamatan saya, pemerintah telah menjalankan program BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dari Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA). Selain pemerintah, banyak yayasan atau sukarelawan dengan gerakan 1000 guru yang turun langsung ke daerah-dareah plosok dengan tujuan mulia ini untuk mencerdaskan anak bangsa.

2.  Pengangguran

Masih berkaitan dengan point nomor 1 di atas, pendidikan yang belum layak akan menyebabkan kebodohan. Logikanya, akan sedikit perusahaan yang menginginkan pegawainya memiliki akademik yang kurang. Sehingga mereka memilih produk yang lebih berkualitas. Efeknya, orang yang tidak diterima kerja itu akan menganggur. Jumlah populasi manusia yang berlimpah juga tidak diimbangi dengan banyaknya lapangan pekerjaan di Indonesia. Ini juga menjadi alasan kuat angka pengangguran di Indonesia lumayan tinggi.

Untuk menangani masalah ini, sebaiknya pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan yang sesuai dengan banyaknya jumlah masyarakat.

3. Kemiskinan

Potret kemiskinan di Indonesia sudah tidak usah ditanyakan lagi eksistensinya. Setiap sore, saya sering melihat kejadian mengenaskan ini di televisi. Entah mereka dimiskinkan oleh kehidupan atau memang takdir yang membuat mereka menjadi seperti itu. Bila saya lihat dari nilai agama, kenapa mereka tidak mau berusaha untuk lari dari kemiskinan? Atau mereka memang diciptakan untuk itu? Atau kerasnya kehidupan yang membuat mereka terjebak di dalam jurang kemiskinan. Tapi yang jelas, mereka tidak mendapatkan point 1 dan akhirnya menjadi point 2.

4. Kesehatan

Dari sisi kesehatan, point 3 menyumbang alasan paling kuat mengapa hal ini bisa terjadi. Iya, kesehatan yang minim. Orang-orang yang hidup dibawah kata layak, akan tersingkirkan dari kata sehat wal afiat.

5. Kejahatan

Untuk melanjutkan nasib dengan kerasnya hidup dan minimnya akal pikiran akan membawa seseorang untuk mengesahkan segala cara guna kelangsungan hidupnya dan keluarganya. Maka mereka memilih untuk mendapatakan uang cepat dengan cara kejahatan. Misalnya: merampok, mencuri, mencopet dan sebagainya.

Bila saya gambarkan bisa jadi akan terjadi seperti ini

masalah sosial

Gambar 1. Skema penggambaran orang yang mudah putus asa 😥

Begitu banyak faktor-faktor yang menyebabkan masalah sosial. Kembali dari penilaian pakar sosiolog tadi, bahwasanya masalah sosial itu tidak mungkin dibahas tanpa mempertimbangkan ukuran-ukuran masyarakat  tentang apa yang dianggap baik dan buruk.

Sehingga, kesimpulan yang saya dapat adalah masalah sosial itu memang wajar terjadi sehingga akan terjadi proses perkembangan masyarakat dan akan muncul penemuan atau gagasan baru yang cemerlang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s