Beauty of Indonesia

Posted: April 14, 2014 in Diary

Hidup di negara yang penuh dengan kebudayaan sungguh mengasikkan. Pluralisme sangat kental di negeri ini. Kumpulan adat-istiadatpun bersatu padu mulai dari Sabang hingga Merauke. Lagu daerah, pakaian adat, makanan nusantara, mainan tradisional, atau bahkan nyayian daerah mewarnai kebudayaan di Indonesia.

Gue pribadi merupakan salah satu dari sekian banyak orang yang menyukai seni dan kebudayaan. Dengan kebudayaan, gue belajar bagaimana cara pandang bangsa dalam menyikapi sesuatu yang mereka anggap itu memiliki arti “kesakralan”. Tak bisa dipungkiri, masyarakat Indonesia jaman dulu sangat kental dengan unsur-unsur mitos. Sehingga, gue selalu penasaran dengan setiap jengkal jejak kebudayaan yang gak bisa gue liat dengan mata kepala sendiri melainkan hanya menerawang atau meraba-raba bagaimana estetika dari sebuah seni tersebut.

Kampung Bali

Kampung Bali

Seperti Upacara Penghormatan Tamu di Bali misalnya. Foto ini diambil sewaktu gue SMA. Ketika itu sekolah ngadain acara yang intinya siswa harus berdomisili sementara di Kampung Bali – Seputih Mataram, Lampung. Nah disitu, kita akan belajar tentang Kebudayaan. Bagaimana kita dapat menerima perbedaan budaya orang sana baik itu agama, kasta sosial, makanan, dan lain-lain. Selama 3 hari 2 malam kita akan berinteraksi dengan budaya baru.

Hal yang paling gue ingat waktu itu ketika sebuah peraturan kepada siswa untuk tidak membawa perlatan elektronik, termasuk handphone. Sungguh na’as untuk tidak melakukan salah satu kebiasaan yang sudah menjadi rutinitas tersebut. Hari-hari gue terasa hampa disana. Sekarang kalian tau kan, kenapa gue ngambil foto ini di facebook? Bagus.

Orang Bali yang identik dengan agama Hindu juga sangat gue rasakan disana. Setiap pagi, gue ngeliat Tuan Rumah tempat gue tinggal selalu pergi ke Pura untuk beribadah. Nah, disini gue baru bisa belajar rasa “Toleransi Beragama”. Jujur, pertama kali dateng disana gue gak solat. Karena apa? Gue malu mau nanya arah kiblat dimana? PFFFT. Namun, Beliau memberikan jawabannya. Ketika dia bertanya, “Adik udah sembahyang belum? Kalo mau solat arahnya menghadap kesana.” Sambil menunjuk arah kiblat.

Hal lain yang gue rasakan adalah lingkungan sekitar. Apakah disini masih ada diantara kalian yang mengingat apa itu gotong royong? Jika masih, maka masa kecil Anda beretika. Mengapa demikian? Karena di jaman sekarang kita makin sulit menemukan kebudayaan yang satu ini. Perlahahan – lahan, kebiasaan nenek moyang ini mulai tak terlihat eksistensinya. Nah, disana gue sempat melakukan gotong royong dengan warga sekitar untuk membersihkan pura.

Mayoritas penduduk disana beragama Hindu, sehingga mereka banyak yang berternak babi. Berbeda dengan lingkungan rumah gue yang memiliki ayam atau ikan untuk diternakan. Satu yang mengganjal dalam pikiran gue waktu itu. Apakah makanan yang gue makan di tempat Tuan Rumah itu halal atau haram? Sempat terbelit pikiran masa bodoh, yang penting gue gak mati kelaperan disana. Namun, sekali lagi. Beliau mengatakan, “Dek, tenang aja kalo makan disini. Kita selalu membedakan piring untuk daging babi. Perlatan yang dipakai untuk memasak juga berbeda.” Mendengar perkataan Beliau, hatipun terasa nyaman. HAH.

Nah, dari acara sekolah itu gue semakin menghargai perbedaan. Bagaimana sikap toleransi kepada orang lain. Kita harus sadar, di bumi ini gak hanya ada type orang yang sama. Namun, banyak dan beragam. Kalaupun sama, itu tidak akan membuat keindahan. Melainkan hanya kebosanan yang teramat jenuh. Dengan perbedaan-perbedaan itu yang membuat Indonesia menjadi Indah. Sehingga, “indentitas” bangsa ini harus kita jaga dan lestarikan. Sekian dan selamat malam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s