e-Learning ITNM

Posted: January 15, 2015 in Diary

Pengertian E-LearningBerapa banyak fasilitas internet yang kalian ketahui? Jika Anda sering berkunjung di dunia maya pasti akan mengenal beberapa situs pembelajaran online. Itu disebut dengan e-Learning.

Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang salah satu contoh e-Learning tersebut, sebaiknya kita mengetahui definisi tentang e-Learning.

E-learning dapat didefinisikan sebagai sebuah bentuk teknologi informasi pendidikan dalam bentuk elektronik. Pengertian ini sejalan dengan huruf “E” pada kata E-Learning yang berarti “Elektronik”. Pengertian e-learning sendiri sebenarnya sangat luas, namun istilah e-Learning lebih tepat ditujukan sebagai usaha untuk membuat transformasi proses belajar mengajar yang ada di sekolah atau kampus ke dalam bentuk digital yang dijembatani oleh teknologi internet. Dalam teknologi e-learning, semua proses belajar mengajar yang biasa didapatkan di dalam sebuah kelas dilakukan secara live namun virtual. Artinya pada saat yang sama seorang pendidik mengajar di depan sebuah komputer yang ada di suatu tempat.

UntitledeqfGambar disamping merupakan salah satu contoh e-Learning. Milik Institut Teknologi Negeri Malang.

Fungsi e-Learning

e-Learning  sebagai  suatu  model  pembelajaran  yang  baru  memiliki  beberapa  fungsi terhadap kegiatan pembelajaran di dalam kelas ( classroom instruction). Siahaan dalam Kamil (2010), memaparkan fungsi  e-learning tersebut sebagai berikut:

  1. Suplemen; Dikatakan berfungsi sebagai suplemen atau tambahan apabila peserta didik  mempunyai  kebebasan  memilih,  apakah  akan  memanfaatkan  materi pembelajaran elektronik atau tidak. Dalam hal ini, tidak ada kewajiban/keharusan bagi peserta didik untuk mengakses materi pembelajaran.
  2. Komplemen;  Dikatakan  berfungsi  sebagai  komplemen  atau  pelengkap  apabila materi  pembelajaran  elektronik  diprogramkan  untuk  melengkapi  materi pembelajaran  yang  diterima  siswa  di  dalam  kelas  (Lewis:  2002).  Sebagai komplemen berarti materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk menjadi materi  reinforcement  atau  remedial  bagi  peserta  didik  di  dalam  mengikuti kegiatan pembelajaran konvensional.
  3. Substitusi;  Beberapa  perguruan  tinggi  di  negara  maju  memberikan  beberapa alternatif  model  kegiatan  pembelajaran/perkuliahan  kepada  para  mahasiswanya. Tujuannya  agar  para  mahasiswa  dapat  secara  fleksibel  mengelola  kegiatan perkuliahannya sesuai dengan waktu dan aktivitas lain sehari-hari mahasiswa.

Kelebihan dan Kekurangan E-Learning

Kelebihan E-Learning

Berdasarkan  karakteristik  yang dibahas pada poin sebelumnya,  maka  e-learning  memiliki  kelebihan tersendiri bila dipandang sebagai sebuah alternatif untuk model pembelajaran konvensional.

  1. Interactivity (Interaktifitas); tersedianya jalur komunikasi yang lebih banyak, baik  secara  langsung  (synchronous),  seperti chatting atau messenger atau tidak langsung (asynchronous), seperti forum, mailing list atau buku tamu.
  2. Independency (Kemandirian);  fleksibilitas  dalam  aspek  penyediaan  waktu, tempat,  pengajar  dan  bahan  ajar.  Hal  ini  menyebabkan  pembelajaran  menjadi lebih terpusat kepada siswa (student-centered learning).
  3. Accessibility (Aksesibilitas); sumber-sumber belajar menjadi lebih mudah diakses melalui pendistribusian di jaringan Internet dengan akses yang lebih luas daripada pendistribusian sumber belajar pada pembelajaran konvensional.
  4. Enrichment (Pengayaan);  kegiatan  pembelajaran,  presentasi  materi  kuliah  dan materi  pelatihan  sebagai  pengayaan,  memungkinkan  penggunaan  perangkat teknologi informasi  seperti video streaming, simulasi dan animasi.

Kekurangan E-Learning

Pemanfaatan internet untuk pembelajaran atau e-learning juga tidak terlepas dari berbagai kekurangan. Berbagai keritik (Bullen,2001 dan Beam,1997), antara lain :

  1. Kurangnya interaksi antara guru dan siswa atau bahkan antar siswa itu sendiri.
  2. Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek social dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek bisnis / komersial.
  3. Proses belajar dan mengajarnya cenderung kearah pelatihan daripada pendidikan.
  4. Berubahnya peran guru dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran menggunakan ICT.
  5. Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal.
  6. tidak semua tempat tersedia fasilitas internet.
  7. kurangnya tenaga yang mengtahui dan memiliki keterampilan internet.
  8. kurangnya penguasaan bahasa komputer.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s