Aku dan E-Commerce

Posted: April 28, 2015 in Diary

What’s in your opinion related with Electronic Commerce?

Memasuki semester ke 4 mata kuliah Pengantar Web Science atau lebih akrab yang disebut softskill ini sedang membahas tentang e-commerce. Jika kalian belum tahu apa itu e-commerce, saya akan menjelaskannya secara ringkas. Intinya, kita bisa berbelanja secara online tanpa harus bertatap muka dengan penjual.

Pengalaman saya untuk berbelanja secara online juga tidaklah banyak. Itu dikarenakan prinsip saya yang lebih menyukai shopping secara langsung dengan penjual. Tentunya agar saya merasa puas dengan barang incaran. Namun, semenjak perkembangan zaman dan teknologi, kita tidak perlu khawatir akan kepuasan dan kualitas barang yang dijualkan secara online.

Pertama kali saya menggunakan jasa e-commerce dikarenakan langkanya barang tersebut serta ketidaktahuan saya akan tempat penjualannya. Waktu itu ayah saya ingin mencari mobil bekas dengan harga terjangkau. Karena pada saat itu saya masih berdomisili di Lampung yang notabane jarang untuk menemukan mobil bekas dengan kondisi mobil yang masih lumayan bagus serta merk yang bervariasi, maka beliau mengutus saya untuk mencari informasi mengenai hal itu lewat internet.

Pada kala itu saya menggunakan tokobagus.com untuk mencari mobil bekas. Setelah mencari merk dan harga mobil yang tepat, selanjutnya kita pergi ke tempat penjual yang berada di kawasan Jakarta Barat. Setelah klik, ketemuan dan deal masalah harga maka transaksipun berhasil.

Cerita lain juga datang dari dunia berbelanja secara online. Ketika saya menemukan kenyamanan untuk bertransaksi serta kemudahan dalam mencari barang yang saya inginkan, ternyata memang benar bahwa manusia tidak akan pernah merasa puas dengan apa yang telah dimilikinya.

Voucher belanja dari Zalora

Voucher belanja dari Zalora

Baru-baru ini saya mendapat voucher belanja ke Zalora.co.id yang merupakan website mengenai fashion. Voucher itu saya dapatkan ketika membeli modem bolt. Disini saya merasa bimbang, karena disisi lain saya sedang tidak butuh berbelanja baju, celana dan sebagainya. Namun disisi lain, ada rasa mubazir untuk membiarkan voucher belanja dengan potongan 75 ribu ini hangus tanpa cerita. Nah, agar tidak menjadi mubazir dan memberikan kesempatan kepada orang yang lebih membutuhkan maka saya memberikan voucher kepada teman. Tak ada akar, rotan pun jadi. Setidaknya saya juga mendapatkan keuntungan. Yap, itu berupa pahala. Amin…

Demikian cerita singkat saya selama mengenal dan menggunakan jasa e-commerce. Selamat malam!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s