Penyebab Serta Cara Mengatasi PC Overheat/ Panas Berlebih

Posted: June 18, 2015 in Diary

PC mengeluarkan panas saat digunakan itu wajar, namun apabila sampai PC mengeluarkan panas berlebih, maka itu sangat membahayakan. Panas berlebih/ overheat dapat menyebabkan kerusakan pada komponen-komponen PC, terutama yang berdekatan dengan sumber panas tersebut. Setidaknya jika hal itu dibiarkan, maka usia pakai PC akan lebih pendek dari yang semestinya. Ada pun komponen yang biasa mengeluarkan panas pada PC yaitu diantaranya processor, VGA dan memori utama.

Cara Mengecek/ Memeriksa Suhu PC Tanpa Software Tambahan

Untuk dapat mengecek suhu PC/ komputer tanpa menggunakan software tambahan dapat dilakukan melalui sistem BIOS. Caranya yaitu terlebih dahulu me-restart PC/ komputer kemudian ketika sistem sedang boot menekan tombol tertentu di keyboard, tergantung merk serta tipe motherboard yang digunakan, namun pada umumnya ialah tombol Del/ Delete.

Penyebab PC Overheat/ Panas Berlebih

pic1

Tampak kotoran menumpuk menutupi CPU cooling fan

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan PC overheat/ panas berlebih, namun yang paling umum ialah disebabkan oleh speed cooling fan yang sudah menurun, kebersihan dan penggunaan. Penumpukan debu pada komponen PC dapat menyebabkan sirkulasi udara terhambat. Menggunakan PC dalam waktu lama, atau PC digunakan untuk menjalankan program yang berat, misalnya untuk bermain game – juga dapat menyebabkan panas berlebih.

Selain faktor yang telah disebutkan diatas, juga PC panas dapat disebabkan oleh terjadinya kebocoran arus pada power supply (PS) sehingga arus listrik yang masuk ke motherboard serta ke komponen-komponen PC lainnya lebih besar dari yang semestinya.

Tip Mengatasi PC Overheat/ Panas Berlebih

Langkah 1: Bersihkan debu yang menempel pada casing, baik yang terdapat dibagian luar maupun dibagian dalam casing. Juga debu yang menempel pada komponen PC seperti processor, fan, power supply, dan yang lainnya. Pastikan tidak ada lubang ventilasi yang tertutup debu. Gunakan kuas untuk membersihkannya.

Langkah 2: Periksa semua cooling fan yang terdapat didalam PC, terutama CPU cooling fan. Pastikan semuanya hidup dan berputar normal. Apabila ada salah satu cooling fan yang mati atau putarannya sudah menurun, segera menggantinya dengan fan yang baru. Harga cooling fan ditoko komputer berkisar antara Rp 7,000 – Rp 60,000.

Langkah 3: Periksa semua heatsink yang terdapat didalam PC, terutama heatsink processor. Pastikan semuanya terpasang dengan benar dan tidak miring. Bila perlu, periksa pasta dibalik heatsink. Apabila tampak kering, tambahkan pasta baru. Harga pasta ditoko komputer sekitar Rp 25,000-an, bisa dipakai untuk beberapa kali.

Langkah 4: Jika PC akan digunakan dalam waktu lama, misalnya 12 jam non-stop, atau PC akan digunakan untuk menjalankan program-program berat, maka sebaiknya penutup casing dibiarkan terbuka. Dengan demikian, sirkulasi udara didalam casing PC akan lebih maksimal.

Langkah 5: Jika didalam PC terdapat lebih dari satu hard disk, maka sebaiknya jangan letakkan keduanya ditempat yang saling berdekatan. Letakkan keduanya agak berjauhan antara satu sama lain. Misalnya, yang satu diletakkan dibagian bawah casing, sedangkan yang satunya lagi dibagian diatas.

Langkah 6: Jangan menjalankan program secara bersamaan, karena hal ini akan membuat CPU serta komponen lainnya bekerja lebih keras lagi sehingga mengeluarkan panas berlebih/ overheating. Buka satu program yang akan digunakan dan segera tutup setelahnya, baru kemudian buka program selanjutnya secara bergantian.

Langkah 7: Semua data file yang tersimpan di hard disk disimpan ke dalam beberapa blok yang saling berdekatan. Seiring berjalannya waktu, terjadi penambahan, perubahan dan penghapusan didalam hard disk sehingga diantara blok-blok tersebut ada yang sudah terisi, juga ada yang masih kosong, dan akibatnya data file baru akan disimpan ke dalam beberapa blok yang saling berjauhan. Setiap kali file akan dibuka, maka sistem akan terlebih dahulu mengumpulkan semua data file tersebut sehingga prosesnya akan lebih lama, sistem akan bekerja lebih keras sehingga dapat menyebabkan PC overheat. Jika hal ini terjadi, maka Windows telah menyediakan tool khusus bernama Disk Defragmenter untuk mengatur ulang data file yang tersimpan didalam hard disk.

Berikut ini langkah-langkah menata ulang data file di Windows XP dengan menggunakan Disk Defragmenter:

  • Start >> All Programs >> Acessories >> System Tools >> Disk Defragmenterpic2
  • Pilih dan sorot hard disk yang akan di tata ulang, kemudian tekan tombol Analyze. Tunggu hingga proses selesai.

    pic3

  • Jika pada kotak dialog muncul tulisan “You should defragment this volume”, maka itu artinya diperlukan disk defragment.

    pic4

  • Klik tombol Defragment dan tunggu hingga proses defragment selesai. Proses ini memakan waktu hingga empat jam, tergantung kapasitas hard disk itu sendiri. Oleh karena itu, lakukan disk defragment ketika PC tidak sedang diperlukan.

    Mungkin sampai disini penyebab serta cara mengatasi PC overheating/ panas berlebih yang dapat disampaikan pada tulisan kali ini. Mudah-mudaha dilain kesempatan PCkuOnline dapat mengulas masalah-masalah seputar komputer/ PC lebih dalam lagi.

    (Sumber: http://www.pckuonline.com/2013/11/penyebab-serta-cara-mengatasi-pc-overheat-panas.html#ixzz3ZkDkx389)

    Kesimpulan

    Pada artikel Penyebab Serta Cara Mengatasi PC Overheat/Panas Berlebih memiliki beberapa hubungan dengan mata kuliah Arsitektur Komputer. Komponen yang biasa mengeluarkan panas pada PC yaitu diantaranya processor, VGA dan memori utama. Telah saya pelajari sebelumnya dari presentasi dengan Ibu Kiki Septalla, bahwa processor merupakan otak dari komputer. Sehingga kita harus memperhatikannya dengan jeli. Dari segi perakitan hingga pemakaian.

    Jika melihat dari segi perakitan, bila sebuah komputer dipakai dalam waktu yang relatif lama(non-stop) maka biarkan casing cooling fan terbuka. Hal ini untuk memberikan angin segar bagi piranti di dalamnya. Tentu, perakitan komputer juga tidak lepas dari biaya sistem.

    • Biaya dapat diukur dalam banyak cara diantaranya :

    1. Reliabilitas

    2. Kemudahan Perbaikan

    3. Konsumsi daya

    4. Berat

    5. Kekebalan

    6. Interface Sistem Software

    Untuk mengatasi PC yang overheat, pasti ini ada hubungannya dengan ke-6 aspek tersebut. Dari segi kemudahan perbaikan misalnya. Didalam artikel disebutkan bahwa untuk mengatasinya kita bisa membersihkan kipas pendingin saja atau bisa juga mengeceknya dengan software di dalam BIOS.

    Jika kita memiliki PC yang mudah panas, tentu komputer itu mempunyai masalah dengan kualitas arsitektur komputernya. Mengapa demikian? Karena ada 6 atribut yang mempengaruhi kualitas tersebut, yaitu:

    1. Generalitas

    2. Daya Terap (Applicability)

    3. Efesiensi

    4. Kemudahan Penggunaan

    5. Daya Tempa (Maleability)

    6. Daya Kembang (Expandibility)

    Sudah pasti PC tersebut tidak efisien bagi pengguna. User akan merasa tidak nyaman karena sebentar-bentar overheat yang nantinya akan merambat ke air supplay. Hingga akhirnya bila tidak ditangani secara tepat dan tepat akan merusak semua piranti di dalamnya.

    Sedangkan untuk mengukur kinerja sistem,ada serangkaian program yang standard yang dijalankan yang biasa di sebut Benchmark pada komputer yang akan diuji

    Ukuran Kinerja CPU:

    1. MIPS (Million Instruction PerSecond)

    2. MFLOP (Million Floating Point PerSecond)

    3. VUP (VAX Unit of Performance)

    Kinerja suatu CPU bisa kita ukur dengan ketiga aspek diatas. Sehingga kita bisa memperkirakan serangkaian program standard agar PC overheat dapat kita minimalisir.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s